Zona Potensi Penangkapan Ikan


Zona Potensi Penangkapan Ikan biasa disingkat dengan ZPPI adalah sebuah informasi yang diolah Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). ZPPI ini distribusikan dalam bentuk lembar informasi soft copy kemudian di emailkan kepada dinas-dinas perikanan atau kelompok nelayan di seluruh Indonesia.Penentuan zona ini berdasarkan analisa SPL (Suhu Permukaan Laut) pada citra satelit. Citra satelit yang di pakai yaitu NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) sensor AVHRR (Advanced Very High Resolution Radiometer) dan/atau Modis (The Moderate-resolution Imaging Spectroradiometer) yang terdiri dari satelit Terra dan Aqua. Front termal ditentukan dengan perubahan suhu yang tajam, dengan gradien suhu minimal 0.5°C dalam jarak 3 km. Metode ini dimungkinkan untuk memprediksi potensi ikan pelagic kecil seperti sardinella longiceps (lemuru), decap-terus spp. (layang), rastrelliger spp. (kembung), euthynnus spp. (tongkol) dan megalaspis cordyla (selar) hingga ikan tuna.


1) Undang Undang No 21 tahun 2013 tentang Keantariksaan. 2) Peraturan Presiden No 49 tahun 2015 tentang Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional.



Untuk mengakses Zona Potensi Penangkapan Ikan (ZPPI) LAPAN harus memiliki akses internet, layanan Zona Potensi Penangkapan Ikan (ZPPI) dapat diakses melalui http://pusfatja.lapan.go.id/zppi.php.


Citra satelit yang di pakai yaitu NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) sensor AVHRR (Advanced Very High Resolution Radiometer) dan/atau Modis (The Moderate-resolution Imaging Spectroradiometer) yang terdiri dari satelit Terra dan Aqua.


Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh - LAPAN, Jl. Kalisari No. 8, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta 13710, Telp. (021) 8710065, Fax. (021) 8722733, Website www.pusfatja.lapan.go.id


Informasi ZPPI ini umumnya diperuntukan bagi nelayan yang memiliki daerah tangkapan 5 mil lebih dari pantai. Paling efektif informasi ZPPI dimanfaatkan oleh nelayan yang menggunakan alat tangkap purse seine, dimana nelayan seperti ini yang populasinya sudah cukup banyak di Indonesia, dengan memiliki kapal dengan bobot lebih dari 5 GT. Juga dibutuhkan pengetahuan cara menggunakan alat Global Positioning System (GPS) dan Fish Finder untuk mendeteksi gerombolan ikan setelah nelayan sampai di koordinat yang ditunjukkan pada lembar informasi ZPPI.