Indonesia Space Objects Registry


Since July 16, 1997, Indonesia has ratified the Convention on Registration of Objects Launched into the Outer Space of 14 January 1975. According to this convention, Presidential Decree No. 5 of 1997 "endorsement" of Convention on Registration of Objects Launched into the Outer Space of 14 January 1975 and Indonesia Constitution No. 21/2013, every spacecraft launched from Indonesia territory are obligated to report to National Registry (LAPAN) and will be registered to the Secretariat General of the United Nations under established procedural and judicial mechanisms.


Presidential decree number 5 of 1997 on ratification of the Convention on the Registration of Objects Launched into Outer Space of 14 January 1975 National space law Number 21 of 2013 on space activities, at article 71 confirms that any spacecraft launched from the territory of sovereignty and territorial jurisdiction of the Unitary State of the Republic of Indonesia or launched in the territory of another country by government agencies, legal entities or citizens of Indonesia shall be registered to the Institute (LAPAN). Based on Regulation of Chairman of LAPAN number 8 of 2015 on Organization of Administration of National Institute of Aeronautics and Space, article 159 mention that LAPAN establishes Center for Information Technology and Aerospace Standard which one of its duty is to coordinate the registration of space object nationally.



  1. Pemohon melakukan pendaftaran online terlebih dahulu melalui situs web layanan informasi standar penerbangan dan antariksa
  2. Pemohon mengunduh berkas pendaftaran benda antariksa
  3. Pemohon melakukan pengajuan pendaftaran dengan mengunggah beberapa berkas pendaftaran;
  4. Pustispan menerima berkas dan melakukan pemeriksaan berkas pendaftaran;
  5. Pustispan melakukan analisa teknis terhadap data yang diajukan oleh pemohon;
  6. Pustispan melakukan validasi terhadap data yang ada. Jika data tersebut telah sesuai, maka Pustispan akan mengajukan berkas pendaftaran tersebut kepada Kemlu untuk diteruskan kepada Setjen PBB (UNOOSA). Jika data dari pemohon belum sesuai, maka Pustispan akan mengirimkan notifikasi berupa email kepada pemohon untuk melengkapi form pendaftaran tersebut;
  7. Kemlu akan meneruskan berkas pengajuan pendaftaran benda antariksa kepada Setjen PBB (UNOOSA); Setjen PBB (UNOOSA) akan melakukan pemeriksaan berkas pendaftaran benda antariksa yang dikirimkan oleh Kemlu;
  8. Setjen PBB (UNOOSA) melakukan pemeriksaan terhadap berkas pendaftaran tersebut, jika telah sesuai dan mendapat persetujuan dari Setjen PBB (UNOOSA), maka benda antariksa tersebut telah resmi terdaftar secara internasional dan akan diumumkan di situs UNOOSA tersebut.



Contact: National Institute of Aeronautics and Space - LAPAN, Indonesia Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Chusnul Tri Judianto Certre of Information Technology and Aerospace Standard Phone: +62 21 4892802, Fax. +62 21 4892884 Email: chusnul.tri@lapan.go.id, pustispan@lapan.go.id